WISATA PULAU SANGIANG


Wisata pulau sangiang bukanlah merupakan sebuah pulau tujuan wisata yang penuh dengan fasilitas, namun minimnya fasilitas layaknya pulau yang hilang menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Pulau Sangiang yang dikenal dengan julukan Seven Wonders of Banten merupakan pulau yang indah jika dikelola dengan sentuhan tangan profesional para pengelola, wisata pulau sangiang dipastikan akan menjadi pesona wisata dunia. Keindahan alamnya, baik itu hamparan pantai berpasir putih, terumbu karang yang masih alami,tebing-tebing yang menjulang disisi lain pulau, dan beberapa situs peninggalan perang dunia ke 2 milik jepang.

 .  Pulau ini merupakan pulau yang dikelola oleh pihak swasta PT Pondok Kalimaya Putih (PKP) berdasarkan izin prinsip pemberian hak penguasaan pariwisata alam dari Menteri Kehutanan melalui Surat Keputusan No. 66/Kpts-II/93 tertanggal 12 Februari 1993. Perusahan dengan Direktur Utama (Dirut) Dewanto Kurniawan ini berencana mengelola kawasan itu menjadi obyek wisata terpadu dengan berbagai mega proyek yang akan dikerjakan. Pada Tahun 1998 mega proyek ini terhenti karena waktu itu Indonesia mengalami krisis Moneter yang berdampak pula pada pembangunan wisata pulau sangiang. Namun setelah krisis moneter berakhir, ketika PT,PKP ingin melanjutkan mega proyek wisata pulau sangiang kembali menemui ganjalan yaitu masalah internal diperusahan terkait saham milikDirut Dewanto Kurniawan dan Direktur I PT PKP Edi Gozali. Tiba muncul. Konflik akhirnya memuncak dan berujung pada laporan ke pihak kepolisian terkait kasus perusakan lingkungan di Pulau Sangiang, di mana disinyalir akibat kegiatan pembangunan yang dilakukan PT PKP menimbulkan terjadinya kerusakan terumbu karang dan hutan mangrove di kawasan itu.

kasus tersebut hingga sekarang belum terselesaikan yang mengakibatkan wisata pulau sangiang terlihat memrihatinkan, tapi dibalik itu semua kita masih bisa melihat keindahan yang belum terexpose ke duinia luar. sebut saja pantai pasir panjang yang begitu alami membuat para wisatawan yang mampir kesana pasti betah untuk bermain pasir atau bermalam dipingir pantai dengan mendirikan tenda.

masyarakat yang tinggal dipulau sangiang sekiar 50kk yang berada di 2 desa yaitu…… sarana dan prasarana juga memprihatinkan tidak adanya listrik dan sekeloah, untuk anak-anak pulau sangiang yang ining bersekolah harus ke anyer.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *